Minahasa — Dalam rentang waktu hanya sekitar satu bulan, keluarga Pendeta GMIM Pdt. Delvie Rouna Waworuntu dan Bapak Vigny Hesky Ratumbuisang dua kali merasakan kebahagiaan yang tidak mudah dilupakan. Setelah menghadiri prosesi promosi doktor dan wisuda putra sulung mereka di Universitas Negeri Manado, keluarga ini kembali menyaksikan putra bungsu mereka menyandang gelar doktor di Universitas Negeri Yogyakarta.
Bagi keluarga asal Tondano, Kabupaten Minahasa, momen tersebut bukan sekadar perayaan akademik. Dua putra mereka, Dr. Keith Francis Ratumbuisang, S.Pd., M.Pd., M.Sc. dan Dr. Yosua Fitsgerald Ratumbuisang, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih gelar doktor dengan predikat Cumlaude, menghadirkan kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan komitmen terhadap dunia pendidikan.
Perjalanan itu diawali oleh Dr. Keith Francis Ratumbuisang, dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado. Pada 13 Februari 2026, ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Integrasi Sistem Informasi Asesmen Micro Teaching Berbasis PPEPP di Universitas Negeri Manado” dalam Sidang Promosi Doktor Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Manado.
Penelitian tersebut menawarkan inovasi dalam penguatan sistem informasi asesmen berbasis PPEPP sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Atas capaian tersebut, Keith dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude dengan IPK 3,98, menyelesaikan studi doktor hanya dalam waktu 2 tahun 7 bulan, serta dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Program Pascasarjana Universitas Negeri Manado. Ia kemudian diwisuda pada 26 Maret 2026.
Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena selama menempuh pendidikan doktor, Keith tetap menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Negeri Manado. Sebelumnya, ia juga telah menyelesaikan pendidikan magister melalui program Double Degree Universitas Negeri Yogyakarta dan National Central University, yang memperkaya kompetensi akademik dan pengalaman internasionalnya.
Kebahagiaan keluarga Ratumbuisang – Waworuntu kembali berlanjut ketika sang adik, Dr. Yosua Fitsgerald Ratumbuisang, sukses mempertahankan disertasinya pada 17 Maret 2026 di Program Studi S3 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Computational Thinking Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di Sekolah Menengah Kejuruan” menawarkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan kompetensi abad ke-21 dan transformasi digital di pendidikan vokasi.
Yosua dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude, meraih penghargaan sebagai Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, serta mencatatkan prestasi sebagai doktor pada usia 26 tahun. Ia mengikuti prosesi wisuda pada 29 April 2026, sekitar satu bulan setelah sang kakak diwisuda di Manado.
Dua promosi doktor dan dua prosesi wisuda dalam kurun waktu yang berdekatan menjadi momen bersejarah bagi keluarga Ratumbuisang – Waworuntu. Di balik toga dan gelar doktor yang kini disandang keduanya, tersimpan perjalanan panjang yang dibangun melalui disiplin, ketekunan, serta dukungan penuh keluarga yang sejak awal menanamkan pentingnya pendidikan sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat.
Meski menempuh bidang keilmuan yang berbeda, kedua bersaudara ini memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Penelitian Keith berfokus pada penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi melalui integrasi sistem informasi asesmen, sementara penelitian Yosua memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran Computational Thinking bagi pendidikan vokasi.
Kisah dua bersaudara asal Koya Tondano ini menunjukkan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya lahir dari kecerdasan, tetapi juga dari ketekunan, integritas, dan semangat belajar yang terus dipelihara. Dari keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai iman, pendidikan, dan pengabdian, lahirlah dua doktor yang diharapkan terus memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
