TALAUD – Di balik berbagai upaya penegakan hukum di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sosok Samuel Naibaho, S.H., M.H. menjadi salah satu figur yang aktif mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi hukum kepada masyarakat.
Menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Samuel tidak hanya berperan dalam mendukung penegakan hukum, tetapi juga turun langsung memberikan penyuluhan kepada pelajar, aparatur desa, hingga masyarakat umum.
Belakangan ini, namanya turut menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dana desa yang melibatkan sembilan kepala desa di wilayah tersebut.
Namun, di balik tugas penegakan hukum, Samuel menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih penting.
“Kita lebih fokus pada pengawasan dan pencegahan karena itu yang paling penting,” ujar Samuel saat diwawancarai, Sabtu (4/7/2026).
Pria kelahiran Bengkulu, 25 Februari 1992, itu mengawali karier sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada 2022. Tiga tahun kemudian, ia dipercaya bertugas di Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud.
Menurutnya, setiap penugasan merupakan bentuk pengabdian kepada negara.
“Senang bisa bertugas di Sulawesi Utara karena banyak pengalaman baru yang didapatkan. Sebagai jaksa, di mana pun ditugaskan harus siap,” katanya.
Selama bertugas di Talaud, Samuel aktif menjadi narasumber dalam berbagai program Kejaksaan, seperti Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Menyapa. Melalui kegiatan tersebut, ia memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, penggunaan media sosial secara bijak, pelanggaran Undang-Undang ITE, hingga pentingnya kesadaran hukum sejak usia dini.
Tak hanya menyasar kalangan pelajar, Samuel juga rutin memberikan penerangan hukum kepada pemerintah desa. Ia mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa serta mengajak seluruh aparat desa mengantisipasi potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Bagi Samuel, keberhasilan seorang jaksa tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, tetapi juga dari keberhasilan membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.
Karena itu, pendekatan edukatif terus menjadi prioritas agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya serta mampu mencegah terjadinya pelanggaran hukum sejak dini.
“Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan masyarakat untuk menekan angka pelanggaran hukum,” pungkasnya.
