Mewabahnya Virus Corona, membuat Pemerintah mengeluarkan himbauan untuk mengatasi penyebaran virus corona, termasuk di Kabupaten Minahasa, alhasil pantauan media ini pada minggu 15 maret 2020, sepulang Gereja jemaat tidak lagi bersalaman.
Pemandangan ini baru terjadi pada minggu 15 maret, dimana warga jemaat tidak lagi bersalaman, tidak seperti kebiasaan setiap minggu dalam melakukan kegiatan beribadah.
Seperti di Jemaat GMIM Betlehem Tataaran, selesai ibadah, jemaat langsung keluar gereja tanpa bersalaman. Tapi walaupun sudah dihimbau Pemerintah maupun Sinode GMIM, tetap ada juga yang tetap bersalaman (mungkin sudah menjadi kebiasaan).
Adapun penyampaian di Gereja yakni
“tanpa mengurangi sukacita, terpaksa bersalaman ditiadakan, diganti salam tanpa kontak fisik, hal ini untuk antisipasi penyebaran virus corona,” ujar salah satu Pemuka Agama.
Haruskah seorang yang beriman untuk takut dalam kondisi saat ini?, karna Tuhan Berjanji akan melindungi bagi Umat yang mengandalkan kekuasaan Tuhan, atau haruskah menggunakan hikmat untuk antisipasi penyakit yang mewabah ini.
Yvi
