Ternyata ini Penyebab Penyempitan dan Pendangkalan Danau Tondano Selain Eceng Gondok

Read Time1 Minute, 15 Second

Setelah dicanangkan pada 6 Januari 2020, Pemerintah Kabupaten Minahasa dibawah kepemimpinan Bupati Dr Ir Royke O Roring MSi dan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi, tetap memprioritaskan penanganan eceng gondok ditengah pandemi covid 19.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Vicky Kaloh kepada wartawan (12/6/20), mengatakan, penanganan eceng gondok tetap dilakukan dan melibatkan masyarakat melalui padat karya. Padat Karya ini pun dianggarkan lewat Dinas lingkungan hidup Kabupaten Minahasa.

Diterangkan Kadis Kaloh, bahwa penyebab pendangkalan dan penyempitan Danau Tondano, penyebabnya bukan hanya gulma eceng gondok, melainkan masuknya air dari 35 sungai yang menuju langsung ke-danau. Yang kemungkinan sampah dan lumpur ikut terbawa oleh aliran sungai ini.

Belum lagi hadirnya masyarakat disekitaran Danau Tondano, yang memberikan banyak sumbangsih dalam penyempitan luas Danau Tondano dengan melakukan penimbunan. Juga dengan budi daya ikan yang kemungkinan besar penyebab pendangkalan Danau, dengan pemberian makanan pelet dan kotoran lainnya lewat budi daya ikan ini.

“Butuh banyak pihak dalam penanganan pendangkalan dan penyempitan Danau Tondano ini, untuk itu perlu dilakukan perlindungan dan konservasi. Serta memberikan perhatian alokasi anggaran penyelamatan danau tondano, Pengerukan, normalisasi danau,” Ujar Kaloh. Sembari mengatakan bahwa hal ini diperlukan semangat, keseriusan dan didukung masyarakat seputaran danau tondano.

Perlu diketahui tahun 1939 Danau Tondano kedalamannya 43 meter, pada tahun 1992 tinggal 19 meter, dan tahun 2015 kedalaman tinggal 14.5 meter. Dan penyempitan danau tahun 2015 tinggal 3.925 Hektar, Pada tahun 1939 luas danau seluas 5.600 Hektar, tahun 1992 seluas 4.800 Hektar, dan tahun 2009 luasnya 4.650.Hektar

Yvi