ROR-RD Dampingi Duta Besar Jerman Resmikan Museum Holocaust Shaar Hashhamayim Synagogue

Read Time1 Minute, 48 Second

Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi bersama Wakil Bupati Dr (Hc) Robby Dondokambey, menghadiri Peringatan Hari Holocaust Internasional sekaligus peresmian Museum Holocaust Shaar Hashhamayim Synagogue Minahasa, bertempat di Kelurahan Rerewokan, Kecamatan Tondano Barat, pada Kamis 27 Januari 2022.

Hadir dalam acara ini Duta Besar Luar Biasa Jerman untuk Indonesia Ms Ina Lepel dan Charge d’ Affaires Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Mr Philipp Rossl.

Wakil Bupati Robby Dondokambey, mengatakan, dengan didirikannya Museum Holocaust ini, toleransi antar umat beragama di Minahasa bisa kita jaga bersama, dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika tanpa saling membeda-bedakan.

Bupati Royke Roring menyampaikan selamat atas Peringati Hari Holocaust Internasional, sekaligus memberikan apresiasi kepada umat Shaar Hashamayim Synagogue, yang telah membangun Museum Holocaust di Tanah Minahasa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan selamat merayakan Peringati Hari Holocaust Internasional bagi umat Sinagoge Shaar Hashamayim di seluruh dunia, khususnya di Minahasa,” ujar Bupati Roring.

Duta Besar Luar Biasa untuk Indonesia, Ms Ina Lepel mengatakan, pembangunan museum ini sangat penting sebagai pengingat Holocaust yang terjadi pada orang Yahudi. Dimana Enam Juta Yahudi yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Dia pun mengucapkan selamat atas dukungan Pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

Pendiri juga Presiden Holocaust Sinagoge Shaar Hashamayim, Mr Yaakov Baruch (Toar Jr Palilingan, red),
Mengatakan, pembangunan museum ini, untuk menunjukan kepada masyarakat Indonesia yang masih menyangkal keberadaan Holocaust

Menurutnya, kebencian dan rasisme itu tidak bisa benar. Kebencian terhadap orang Yahudi, islam, kristen dan agama lain itu tidak benar, itu harus diperangi, baik rasisme atau kebencian,” katanya

“Dibangunnya Museum Holocaust ini, untuk mengedukasi masyarakat Indonesia agar tidak ada lagi hidup dalam sekat-sekat.”

Museum Holocaust ini satu-satunya di Asia Tenggara dan kedua di Asia. Rencananya akan ada barang-barang artefak bersejarah dalam peristiwa Holocaust. Seperti Gulangan Toubat yang selamat dari Holocaust, Piyama orang Yahudi, seragam Nazi dan barang bersejarah lainnya.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 27 Januari sebagai Peringatan Hari Holocaust Internasional. “Jadi, setiap tahun PBB meminta korps adopsi atau para pihak besar untuk merayakan korban Nazi setiap tanggal 27 Januari. Karena 70 tahun yang lalu, ada pembangunan kamp konsentrasi Auschwitz oleh Tentara Merah (Amerika dan Rusia) pada tahun 1945,” pungkas Rabi Yaakov.

Advertorial