Unima, Semenjak Terpilih dan Dilantik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) oleh Prof. H, Mhamad Nasir PhD. Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof. Dr. Paulina JA Runtuwene MSi DEA, Memasuki tahun ketiga (3) memimpin.
Rektor Unima Prof. Dr. Paulina JA Runtuwene, MSi, DEA, dilantik pada 02 September 2016, untuk masa periode 2016 – 2020.
Prof Runtuwene yang juga adalah Istri Walikota Manado Dr. Ir. GS Vicky Lumentut, MSi. DEA, telah berhasil menorehkan sejumlah keberhasilan dan mengembalikan kepercayaan Masyarakat yang dahulunya sempat Anjlok.
”Memang kita akui tahun 2016 minat Mahasiswa masuk UNIMA mengalami keanjlokan, bukan saja karena masa transisi namun persoalan lalu yang sempat memudarkan kepercayaan masyarakat terkait UNIMA ,namun setelahnya 2017 sampai saat ini ada peningkatan secara signifikan. Animo tamatan SMA masuk ke UNIMA lebih baik dan mungkin lebih banyak dari Universitas lain di Sulut,” Ujar Pembantu Rektor 4 Ronny Tuna.
Sementara Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Jemmy Tombokan (JT) menjelaskan
perencanaan dalam memajukan UNIMA ini tidak cukup, jika kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Paulina JA Runtuwene, MSi, DEA, hanya satu periode.
” Sangat mustahil satu periode bisa tuntas segala perencanaan yang dibuat, Kalau ingin tuntas segala perencanaan untuk kemajuan UNIMA ini bisa tercapai maka Rektor harus memimpin dua periode,” Jelas Tombokan.
Menurutnya, jika hanya sampai di satu Periode kepemimpinan Rektor ini maka segala perencanaan pasti akan terbengkalai dan dimulai dari awal lagi.
“Kita tahu bersama, kalau diganti pimpinan maka setiap perencanaan dimasa lalu akan terabaikan dan kita tidak mengiginkan hal itu terjadi, Saya sebagai Dosen FIP Jemmy Tombokan mendukung sepenuhnya akan kepemimpinan Bu Rektor Dua Periode,” katanya.
Dukungan dua periode atas kepemimpinan Rektor Runtuwene memimpin Unima menurut JT sangat beralasan, disamping meningkatnya sarana prasarana belajar, Kebebasan berpendapat Mahasiswa diutamakan, sementara mutu pendidikan di Universitas ini bukan saja diincar warga Sulawesi Utara namun Daerah luar Sulawesi Utara pun menaruh kepercayaan kepadanya.
” Adapun alasan lain terkait dukungan saya ke Ibu Rektor, karena setiap program ada peningkatan. Sarana prasarana dan mutu pendidikan sangat nampak terlihat begitupun kedisiplinan dalam perkuliahan, jalan. Dari segi pembangun Infrastruktur juga ada peningkatan sampai pada jumlah mahasiswanya, dan yang paling membanggakan pula Program Profesi Guru (PPG) di Unima bisa terbuka kembali, bahkan minat Daerah luar untuk PPG kini semakin meningkat, itu tandanya kualitas kita sudah tidak bisa diragukan lagi,” jelasnya.
Data terakhir yang sempat dihimpun, Unima sendiri pada bulan september kedatangan 553 Guru asal Papua yang melanjutkan Studi Sarjana Kependidikan Guru atau Program Sarjana Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) yang masing-masing berasal Kabupaten Dogia sebanyak 120 orang, Kabupaten Yapen sebanyak 263 orang, Paniai 113 orang serta Dari Tamberau sebanyak 37 orang yang telah selesai study dan tinggal menunggu wisuda
Yvi
