Bupati Royke Mengikuti Rakor Perubahan Perilaku Baru di Masa Pendemi Covid 19

Read Time1 Minute, 44 Second

Bupati Minahasa Dr Ir. Royke O. Roring MSi dan Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Dra. Fenny Ch. M. Roring Lumanauw, SIP mengikuti Rapat Koordinasi Perubahan Perilaku Baru di Masa Pandemi Covid-19, pada Senin 10 Agustus 2020, bertempat rumah dinas bupati.

Bupati Minahasa, Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si Ketua TP-PKK Fenny Roring-Lumanauw mengikuti rapat koordinasi secara virtual mengenai Sosialisasi Penggunaan Masker, Cuci Tangan serta Jaga Jarak untuk perubahan perilaku baru masa pandemi Covid-19, dan pencapaian target realisasi APBD Tahun 2020.

Rakor ini diikuti Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Ketua TP-PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, dan para Kepala Daerah se-Indonesia.

Mendagri Tito Karnavian mengatakan pemerintahan pusat dan daerah harus saling mendukung untuk menekan penularan covid-19, meskipun masyarakat sudah memahami prinsip utama protokol kesehatan, tetapi Presiden Joko Widodo menginginkan pelaksanaannya harus lebih dioptimalkan.

“Presiden menghendaki sosialisasi yang intensif, dan kegiatan yang all-out untuk mengendalikan penyebaran virus corona, sebagaimana tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020. Karena itu, perlu ada sinergi serta keserempakan langkah pusat dan daerah secara all out,” Kata Mendagri.

Sementara Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Halim Iskandar, mengatakan, harus dibentuk Desa Lawan Covid-19 dan diadakan lomba desa terkait hal tersebut.” Kehadiran TP-PKK juga diharapkan bukan hanya untuk urusan setengah milyar masker melalui dana desa dan Bundes, tetapi juga distribusi dan sosialisasi penggunaannya dari rumah ke rumah sehingga tersalur signifikan”.

Selanjutnya, Kepala BNPB, Doni Monardo, meminta kepada seluruh kepala daerah untuk meningkatkan disiplin dan penegakan hukum dalam penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah.“ Dalam penanganan Covid-19, kepala daerah diharapkan bisa terus melakukan edukasi dengan melibatkan berbagai unsur, baik itu akademisi, pakar, tokoh agama, tokoh masyarakat, media budayawan, seniman, PKK, karang taruna serta berbagai relawan di daerah”.

Sesuai instruksi Presiden, semua pihak diharapkan untuk bisa lebih lincah, cepat dan efektif dalam menerapkan manajemen krisis Covid-19, dimana semua pihak diminta untuk fokus pada kampanye protokol kesehatan dan perubahan perilaku dalam kenormalan baru.

Yvi