Monitoring Pemasangan Stiker Keluarga Kurang Mampu, Yang Cabut Tidak Akan Dapat Bantuan

Read Time1 Minute, 29 Second

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Minahasa, Jeffry Tangkulung SH MAP didampingi beberapa Camat, melakukan monitoring pemasangan stiker “Keluarga Kurang Mampu” dirumah – rumah warga penerima bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. Sabtu (2/5).

Menurut Tangkulung, pemasangan stiker ini khusus bagi keluarga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Sosial Langsung Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Lanjutnya, Untuk BLT sendiri bersumber dari Dana Desa (Dandes). Sedangkan BST bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos). penerima bantuan ini adalah keluarga kategori kurang mampu yang terdampak langsung Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dan bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Harian Lepas (THL), pegawai BUMD – BUMN dan TNI-Polri, atau penerima upah secara rutin dari APBD maupun APBN.

“Jumlah yang akan diterima per Kepala Keluarga yakni 600 ribu setiap bulan, selama 3 bulan berjalan yakni April, Mei dan Juni 2020. Sementara untuk PHK dan BPNT itu diterima setiap bulannya, oleh penerima yang sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.”

“Hari ini kita lakukan monitoring dibeberapa wilayah, yakni Kecamatan Kakas, Kakas Barat, Eris, Remboken, dan Langowan Raya. Hal ini harus dilakukan agar dipantau langsung oleh warga setempat siapa – siapa yang berhak menerima bantuan ini. “Jika dipasang kemudian ada keluarga yang menolak dengan alasan sudah kategori mampu, harus dilaporkan ke pemerintah setempat untuk dievaluasi,” kata Tangkulung.

Diapun meminta kepada masyarakat umum memberikan laporan kepada pemerintah, bila didapati ada yang tidak layak mendapat bantuan tapi menerima bantuan tersebut.

“Kami akan evaluasi secara berkala, dan bila terbukti tidak layak menerima, maka akan dibatalkan dan digantikan dengan yang lain. Dan jika ada keluarga dengan sengaja mencabut stiker yang sudah dipasang, otomatis keluarga tersebut tidak akan lagi menerima bantuan ini,” terang Tangkulung.

Sejauh pemasangan stiker ini belum ada keluarga yang melakukan penolakan pemasangan stiker. Termasuk saat melakukan monitoring dibeberapa wilayah.

Yvi