MINAHASA BIDIK SENTRA BARU BAWANG MERAH, PETANI LANGOWAN ADOPSI TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN

Read Time1 Minute, 42 Second

MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa mulai membidik pengembangan kawasan sentra produksi bawang merah seiring meningkatnya kapasitas dan produktivitas petani melalui penerapan teknologi serta metode pertanian modern.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Panen Raya Bawang Merah yang dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.AP. bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa dan perwakilan Bank Indonesia, Rabu (2/9/2026).

Panen raya dipusatkan di lahan Kelompok Tani Tumoutow, Desa Wolaang, Kecamatan Langowan Timur, sekaligus dilanjutkan dengan peninjauan kebun benih bawang merah di Desa Taraitak, Kecamatan Langowan Utara.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari hasil program peningkatan kapasitas petani yang difasilitasi melalui pelatihan dan studi banding ke Enrekang, Sulawesi Selatan, salah satu daerah yang dikenal sebagai sentra produksi bawang merah.

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia dalam mendorong peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani Minahasa.

Menurutnya, proses pembelajaran dari daerah sentra produksi seperti Enrekang mulai memberikan dampak positif terhadap kemampuan petani dalam mengelola budidaya bawang merah.

“Melalui adopsi ilmu dari Enrekang, petani kini berhasil meningkatkan produktivitas bawang merah,” ujar Vanda.

Pemkab Minahasa, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan komoditas bawang merah agar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan ke luar daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas petani, peningkatan produktivitas, pengembangan kebun benih, hingga pemenuhan sarana dan prasarana produksi.

Pemerintah daerah juga mendorong transformasi dari pola pertanian konvensional menuju pertanian modern berbasis teknologi, sehingga proses produksi menjadi lebih efektif, efisien dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pemerintah daerah akan berupaya memfasilitasi kebutuhan sarana produksi, termasuk alat semprot atau sprayer, untuk mendukung peningkatan hasil pertanian,” tambahnya.

Pengembangan bawang merah ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian Minahasa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

Dengan dukungan pemerintah, perbankan, penyuluh pertanian dan kelompok tani, Minahasa diharapkan mampu membangun ekosistem produksi bawang merah yang berkelanjutan dan memiliki daya saing di pasar regional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Purwanto, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Minahasa, para camat se-Langowan Raya, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani.