Pertama di Indonesia, Wabup VaSung Kukuhkan Dewan Penasehat dan Pengurus FKUB Kecamatan se-Minahasa

Read Time2 Minute, 36 Second

Kabupaten Minahasa kembali menorehkan sejarah dalam upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Dewan Penasehat dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat kecamatan dikukuhkan secara serentak oleh pemerintah daerah.

Pengukuhan tersebut dipimpin Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS., MAP., yang akrab disapa VaSung, didampingi Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Abib Abdushomad, di Yama Resort Tondano, Selasa (28/7/2026).

Dalam sambutannya, VaSung menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran FKUB sebagai garda terdepan dalam menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat di tengah keberagaman.

“FKUB memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun komunikasi, memperkuat dialog, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman,” ujar VaSung.

Ia mengatakan, Kabupaten Minahasa selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan semangat hidup berdampingan secara damai. Keberagaman agama, budaya, dan adat istiadat merupakan kekayaan yang harus terus dipelihara sebagai fondasi pembangunan daerah.

Menurutnya, falsafah hidup masyarakat Minahasa yang diwariskan Dr. Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou, menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang saling menghargai tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.

“Nilai luhur tersebut mengajarkan kita untuk memanusiakan sesama manusia. Karena itu, kerukunan harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama dalam membangun Minahasa,” katanya.

VaSung berharap seluruh Dewan Penasehat dan Pengurus FKUB tingkat kecamatan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga netralitas, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat.

Di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi, ia juga mengajak seluruh pengurus FKUB dan para tokoh agama untuk menjadi penyejuk di tengah masyarakat dengan mengedukasi umat agar bijak menyikapi informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi dan berpotensi memecah persatuan.

“Kerukunan merupakan modal utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Tanpa suasana yang aman, damai, dan harmonis, pembangunan tidak akan berjalan secara optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Abib Abdushomad, memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Minahasa yang dinilai visioner dengan membentuk dan mengukuhkan FKUB hingga tingkat kecamatan.

Menurutnya, penguatan kelembagaan FKUB di tingkat kecamatan merupakan langkah nyata dalam memperluas ruang dialog, mempererat kerja sama, serta memperkokoh persaudaraan antarumat beragama di tingkat akar rumput.

“Kalau penguatan kerukunan sudah sampai di tingkat desa, Minahasa bisa menjadi miniatur kerukunan umat beragama di Indonesia,” ujarnya.

Abib menilai komitmen Pemkab Minahasa dalam memperkuat FKUB menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga toleransi serta meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan Kementerian Agama, Hery Susanto, SS., MAP., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Minahasa, Dr. Riviva Maringka, M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Bagian Kesra, para camat, serta seluruh Dewan Penasehat dan Pengurus FKUB kecamatan se-Kabupaten Minahasa.

Pengukuhan FKUB tingkat kecamatan secara serentak ini menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Minahasa dalam memperkuat moderasi beragama serta menjaga harmoni sosial. Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi Minahasa sebagai daerah yang terus menjadi teladan nasional dalam merawat toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.