Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Pendidikan sudah mengimplementasikan tahun ajaran pembelajaran di tahun 2020/2021 dengan Pembelajaran Jarak Jauh sesuai dengan petunjuk Pemerintah Pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Provinsi dan Kabupaten.
Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Drs Riviva Maringka saat ditemui diruang kerjanya pada selasa 11 agustus 2020. Menurut Dia, ini sudah dijalankan sejak 13 juli 2020, dan dalam waktu yang belum ditentukan lamanya.
Pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan dua metode, yaitu metode Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring).
Menurut Maringka, Pembelajaran Daring melalui virtual menggunakan teknologi-teknologi informasi secara online, dan juga menggunakan aplikasi-aplikasi, baik dari sekolah maupun dari kementerian yang bisa di download, ataupun bisa pergunakan lewat jalur-jalur internet yang sudah tersedia.
Sementara untuk jalur metode Luring, atau di luar jaringan memanfaatkan media pembelajaran antara lain lewat TVRI dan RRI, atau sudah ada jadwalnya, dan juga selanjutnya melalui pemberian pembelajaran teks-teks buku lainnya. Juga melalui kunjungan langsung dari tenaga pendidikan.
Lanjutnya, bahwa sekolah- sekolah pada prinsipnya menggunakan dua metode yang di kombinasikan, baik itu Daring maupun Luring. Hal ini dilakukan karena wilayah di minahasa ada yang terjangkau dengan internet, tapi ada juga yang tidak terjangkau dengan internet.
Harapannya bahwa proses belajar mengajar ini dapat tetap menjaga mutu, sesuai dengan yang diharapkan bagi sekolah. Hal ini untuk semua tingkatan, baik itu TK, SD maupun SMP. Karena itu dinas pendidikan berupaya untuk dapat meningkatkan dari segi premier dalam hal ini kemampuan dari kapasitas dari para tenaga kependidikan.
“Untuk menjalankan program ini, Tenaga Pendidikan harus mampu dan mau mengoperasionalkan kegiatan-kegiatan, terutama kegiatan sesi yang sifatnya menggunakan teknologi informasi. Tenaga Pendidik harus melek teknologi, sehingga semua tenaga kependidikan dapat melakukan proses pembelajaran Daring ini dengan baik. Termasuk Penguasaan teknologi informasi dan aplikasi-aplikasi yang sudah ada”.
Selain Tenaga Pendidikan, Maringka juga berharap ada dukungan dan topangan Orang Tua Siswa, baik kegiatan yang dilakukan secara Daring maupun Luring. dengan adanya pengawasan dari orang tua maka semuanya dapat berjalan maksimal.
“Selain Orang Tua, keterlibatan stakeholder, termasuk pemerhati pendidikan sangat diperlukan. Pendidikan bukan hanya dari sekolah ataupun koordinasi dengan dinas pendidikan, bisa dari berbagai aspek, termasuk dari stakehoder dan pemerhati pendidikan,” Ujarnya.
Maringka juga berharap Pandemi ini segera berakhir, agar kegiatan belajar mengajar, dan kegiatan ekstra kurikuler dapat berjalan seperti biasa, untuk kemajuan pendidikan secara Nasional, Provinsi maupun Kabupaten.
Yvi
