Bupati Minahasa Dr Ir Royke O Roring MSi (ROR) melaksanakan Konferensi Pers terkait penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid 19), pada jumat 3 april 2020, bertempat diruang sidang kantor bupati minahasa.
Bupati ROR mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa telah mengambil Langkah-langkah, baik dari Instruksi Presiden, dari Mendagri, Menteri keuangan, dan Badan Penanggulangan Bencana RI. Pemerintah Kabupaten Minahasa juga telah mengeluarkan instruksi, Himbauan, Surat Keputusan, terkait penanganan covid 19 ini.
Instruksi bagi sekolah, belajar dari rumah. yang seharusnya berakhir 31 maret, diperpanjang hingga batasan yang tidak ditentukan (selama penanganan covid 19), selama kondisi masih berkembang, belajar dari rumah tetap dianjurkan, dan terlebih juga ujian nasional tahun ini telah ditiadakan.
Himbauan kepada warga untuk jaga jarak (social distancing), menindaklanjuti dari Menpan untuk kerja dari rumah, sudah diperpanjang dari 31 maret diperpanjang sesuai surat edaran Menpan hingga 21 April.
Pemerintah Minahasa melalui Himbauan, instruksi, juga telah mengambil langkah untuk rehab RSUD Samratulangi Tondano untuk pengadaan ruang isolasi 3 tempat tidur segera rampung, dan tambahan 7 ruang isolasi hingga menjadi 10.
Saat ini 1 Orang PDP dirawat diruang VIP RSUD Samratulangi Tondano. Dari 23 puskesmas, ada 8 puskesmas rawat inap. Sementara diusahakan 1 setiap puskesmas dari 8 Puskesmas rawat inap menyediakan 1 ruang isolasi.
Dari 15 Kabupaten yang ada di Sulawesi Utara salah Rumah Sakit rujukan RSUD Samratulangi tondano dan sudah menerima 50 APD lengkap, dan tahap kedua 55 APD tidak lengkap, juga Puskesmas mendapatkan 50 APD tidak lengkap, dan satu ventilator di RSUD.
Dengan adanya kesulitan mencari masker. Bupati ROR Meminta Berdayakan desa desa. Bagi penjahit membuat masker hingga dibeli oleh pemerintah untuk dibagikan.
Adapun Pergesaran anggaran 10,5 Milyar untuk Dinkes RSUD. Juga Dinas Pendidikan, 775 sekolah untuk pengadaan tempat cuci tangan.
Dengan adanya Social safety banyak usaha atau pekerja yang hilang pekerjaan, kebijakan Presiden, Pemerintah Sulut dan khususnya Kabupaten Minahasa melakukan Revisi anggaran hingga 12,5 Milyar, untuk juga dalam pemberian bantuan sosial, keluarga pra sejahtera, BMPT, Lansia dan disabilitas. termasuk tukang Ojek dan Kusir Bendi.
Total 12,5 Milyar, dan mungkin nanti ada pergeseran ketiga, dengan pengunaan anggaran melibatkan kejaksaan dan kepolisian.
Pemerintah Minahasa Lebih tegas mensosialisasikan jarak sosial, jam 6-7 malam disarankan tidak lagi berkumpul, dirumah makan disarankan beli dan makan dirumah, atau makan di Rumah Makan tapi atur jarak.
Sampai saat ini untuk Kabupaten Minahasa terdapat 3 PDP, 38 ODP, dan Belum ada yang positif, harus disiplinkan bagi yang baru pulang betul-betul isolasi diri, apalagi yang datang dari wilayah red area.
Penyaluran bantuan akan dan harus dimonitor oleh Satgas, agar tepat sasaran, saat ini telah siap 100 ton beras, sesuai kajian diperlukan 104 beras, juga akan dibagikan minyak kelapa, telur, dan supermie.
Tahapan Pemberian Bantuan Pertama kalau memungkinkan sebelum jumat agung dan paskah dan juga sebelum memasuki bulan ramadhan. Bantuan akan dilakukan 2 tahap, tapi akan dilihat kedepan bagaimana masalah penanganan Covid 19.
Melalui Video Konferensi dengan Kemandagri, anggaran APBD untuk proyek dapat dipakai untuk penanganan covid 19. Bantuan bagi tokoh agama dicairkan perbulan, yang dulunya per tiga bulan. Yang awalnya penerima ketua Mesjid, Ketua Jemaat, Stasi, Sidang. Kedepan akan dilihat apakah semua petugas keagamaan akan diberikan bantuan sementara dikaji.
Pembatasan untuk Pasar tondano akan diatur 3 kali, juga langowan, tetapi ada yang tetap dua kali, akan terus dikaji selama penanganan covid 19. Pasar akan disemprotkan Disinfektan sebelum beroperasi dan sesudah.
Rumah Duka diharapakan ada penyemprotan Disinfektan, pagi hari, sebelum ibadah dan selesai ibadah.
Yvi
