BPJS Kesehatan Luncurkan LANURI, Layanan JKN Kini Menjangkau Daerah 3T Lewat VIOLA dan BPJS Keliling

Read Time2 Minute, 56 Second

JAKARTA, SulutGoNews.co.id – BPJS Kesehatan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merata hingga ke pelosok Indonesia.

Melalui program Layanan Ujung Negeri (LANURI), masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) kini semakin mudah mengakses layanan administrasi dan informasi JKN melalui Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta BPJS Keliling.

Peluncuran LANURI dilakukan bersamaan dengan penutupan program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Program ini menjadi salah satu langkah strategis BPJS Kesehatan dalam mengatasi tantangan akses layanan akibat kondisi geografis, keterbatasan jaringan komunikasi dan data, serta rendahnya adopsi teknologi digital di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa VIOLA merupakan layanan administrasi berbasis konferensi video yang memungkinkan masyarakat berinteraksi secara langsung dengan petugas BPJS Kesehatan tanpa harus datang ke kantor cabang.

Layanan tersebut dimanfaatkan untuk pengurusan administrasi kepesertaan, penyampaian informasi, hingga penanganan pengaduan. Pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan melalui fasilitas kesehatan, kantor desa, kelurahan, kecamatan, sekolah, maupun lokasi layanan publik lainnya.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 218.729 layanan telah diberikan melalui VIOLA. Puskesmas menjadi lokasi pelayanan terbanyak, sementara jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat adalah perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan layanan informasi kepesertaan. Mayoritas pengguna VIOLA berasal dari segmen peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Menurut Pujo, tidak seluruh wilayah Indonesia dapat sepenuhnya mengandalkan layanan digital. Oleh sebab itu, BPJS Kesehatan tetap mengoptimalkan layanan jemput bola melalui BPJS Keliling.

“Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling merupakan implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Hari ini LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan,” ujar Pujo.

Dari total 558 titik layanan tersebut, 179 titik menghadirkan layanan BPJS Keliling, sedangkan 379 titik lainnya menyediakan layanan VIOLA. Kehadiran LANURI diharapkan mampu memberikan kemudahan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil maupun daerah dengan keterbatasan akses transportasi.

Pada kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan juga mengumumkan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi yang telah terealisasi sebesar 91,53 persen. Program tersebut terdiri atas empat program Customer Centric yang berfokus pada kebutuhan peserta JKN, serta empat program Collaborative yang dikembangkan melalui sinergi bersama berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan.

Sejumlah program strategis yang telah berjalan antara lain JKN 3T, melalui kerja sama pengoperasian kapal rumah sakit dan pengiriman tenaga kesehatan ke daerah terpencil; P-Care MBG, yang memastikan petugas SPPG menjadi peserta JKN sekaligus memantau kesehatan siswa penerima program MBG; serta Eliminasi Inefisiensi, melalui penerapan intelligence claim guna meningkatkan efisiensi pembiayaan dan mencegah potensi fraud dalam penyelenggaraan JKN.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan dalam memperluas akses layanan kesehatan di wilayah 3T.

Menurutnya, jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang telah tersebar hingga tingkat desa memiliki potensi besar untuk mendukung pelaksanaan VIOLA maupun BPJS Keliling melalui penyediaan akses internet dan fasilitas pelayanan.

Dukungan serupa juga datang dari Kepala Pusat Kesehatan TNI, Hadi Juanda, yang menilai pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar di wilayah 3T. TNI siap mendukung implementasi LANURI melalui pemanfaatan fasilitas kesehatan milik TNI, mobilisasi tenaga kesehatan, pengoperasian kapal rumah sakit, hingga dukungan sekitar 76 ribu personel Babinsa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, BPJS Kesehatan optimistis LANURI akan menjadi solusi nyata dalam memperluas akses layanan JKN, sehingga seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di wilayah paling terpencil sekalipun, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara.