Pemerintah Kabupaten Minahasa terus berupaya dalam penurunan stunting, yang merupakan Program Nasional lewat
Tim pencegahan, percepatan penurunan stunting (TP3S). Untuk tahun 2026 ini, Dinas P2KB Kabupaten Minahasa menegaskan kembali hal ini.
Kepala Dinas P2KB Minahasa, Dra. Martha Meita Aguw saat ditemui Jumat 9 Januari 2026 kepada media ini, menjelaskan apa yang menjadi tugas dari TP3S ini, dan melihat potensi terjadinya stunting ditengah masyarakat.
Adapun yang menjadi target penilaian Tim pencegahan, percepatan penurunan stunting yaitu, asupan gizi kurang, sanitasi, lingkungan, ibu terlalu tua, ibu terlalu muda, dekat jarak kehamilan dan jauh jarak kehamilan.
” Kami bersama Tim melihat apa yang menjadi potensi terjadinya stunting, untuk diberikan pendampingan, sehingga masalah dapat diselesaikan, dengan harapan program penurunan stunting dapat terlaksana dan tepat sasaran ,” jelas Meitha.
Meitha mengakui bahwa terdapat 15 OPD yang masuk dalam Tim pencegahan, percepatan penurunan stunting di Kabupaten Minahasa, yang telah bekerja dengan baik dan fokus sesuai dengan arahan Bupati Minahasa, dan Ketua Tim, dalam hal ini Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS.
” Data yang ada pada Kami untuk tahun 2025 terdapat 96 anak stunting, di tahun 2024 terdapat 101 anak stunting, kami tentunya berharap di tahun 2026 ini akan semakin menurun, dan kami akan terus berupaya untuk mengatasi masalah stunting ini,” pungkas Meitha
Untuk diketahui yang menentukan anak stunting atau tidak adalah melalui pemeriksaan dan pengukuran dgn alat antropometri kit dari tenaga medis di Puskesmas ( Dinas Kesehatan) dan didukung berdasarkan hasil Diagnosis / pemeriksaan dokter spesialis anak.
Yvi
